INFORMASI TERBARU

apa itu reksadana syariah

Apa itu Reksadana Syariah dan Bedanya dengan Reksadana Biasa?

Topik investasi pada saat ini menjadi topik yang sangat sering diperbincangkan. Banyak sekali penduduk Indonesia yang mulai sadar untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan memanfaatkan investasi. Menjadi salah satu populasi terbesar di Indonesia, masyarakat muslim juga mulai tertarik dengan hal ini. Hal ini memunculkan sebuah pilihan baru dalam berinvestasi yaitu reksadana syariah. Apa itu reksadana syariah? Apa yang bisa membedakannya dari bentuk reksadana pada umumnya?

Mengenal Apa Itu Reksadana Syariah

Reksadana syariah merupakan jenis investasi di mana keseluruhan prosesnya sudah memenuhi syarat halal. Satu hal yang cukup membedakannya dari reksadana pada umumnya adalah penggunaan istilah seperti masyarakat sebagai pemilik modal yang biasa disebut dengan istilah rabb al-mal/shabib al-mal.

Dalam investasi reksadana syariah ini, modal yang dibutuhkan tergolong kecil untuk memulainya, berkisar antara Rp100.000 serta mudah untuk ditemukan. Pembelian reksadana dapat dilakukan melalui perusahaan Manajer Investasi yang menerbitkan dan mengelola Reksadana syariah atau bisa melalui Bank yang bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Ciri-Ciri Reksadana Syariah

Berikut ini adalah ciri yang bisa membedakan reksadana syariah ini dengan bentuk reksadana yang umum:

1. Tercantum di Daftar Efek Syariah

Inilah salah satu hal berbeda dari reksadana syariah. Reksadana jenis ini dikeluarkan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Setiap nama dan jenis perusahaan akan tercantum. Pemasukan yang akan diterima oleh investor sudah halal karena dapat dipertanggungjawabkan karena sudah melewati verifikasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

2. Diawasi DPS

Tidak hanya diawasi oleh OJK, reksadana syariah juga akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah atau disingkat DPS. Mereka adalah badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terkait berbagai macam hal dalam investasi syariah. Tentunya menyangkut perihal kehalalan dan lainnya.

3. Proses Cleansing

Proses cleansing dalam reksadana syariah menjadi hal yang benar-benar unik dan hanya ada di sini. Proses cleansing yang dimaksud adalah proses pembersihan dari hal-hal yang bisa mengganggu status kehalalan yaitu riba. Riba bisa muncul di bank kustodian dari hasil investasi Anda. Dari proses cleansing ini, sebagian besar uang akan diarahkan ke berbagai hal yang bersifat amal sebelum bisa sampai di tangan pemodal, sehingga riba tersebut akan bisa hilang dari dana yang akan diterima nantinya.

Tips Investasi Reksadana Syariah

Seperti reksadana pada umumnya, tips untuk berinvestasi di reksadana tidak jauh berbeda. Mulai dari tentukan tujuan Anda serta bagaimana profil risiko Anda. Bagi mereka yang ingin berinvestasi jangka pendek di bawah 1 tahun, reksadana pasar uang syariah menjadi pilihan yang paling cocok untuk Anda. Rentang periode investasi yang singkat bisa membuat uang tetap berputar dengan cara yang aman dan halal.

Untuk jangka 1-3 tahun, ada baiknya untuk memilih jenis reksadana pendapatan syariah. Modal akan berputar dalam waktu yang cukup demi mendapatkan keuntungan yang baik.

Bagi pemodal syariah yang merasa modalnya cukup besar, jangka pendek dan menengah mungkin kurang untuk bisa menjadikan modal berputar lebih besar. Namun Anda dapat memilih reksadana campuran syariah. Ada juga reksadana saham syariah yang memungkinkan modal berputar lebih dari 5 tahun.

Itlah informasi mengenai salah satu bentuk investasi yang mulai digemari oleh masyarakat muslim yaitu reksadana syariah yang dijamin aman dan juga halal. Shinhan AM juga memiliki layanan investasi reksadana syariah. Ingin tahu lebih dalam? Kunjungi Shinhan AM sekarang juga.