INFORMASI TERBARU

Reksadana Saham, investasi untuk pemula

PASAR SAHAM BERGEJOLAK, AMAN GAK SIH BUAT PEMULA ?

Memasuki tahun 2021, indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda – tanda yang positif dan sempat diperdagangkan di level 6500. Investor mulai optimis terhadap kondisi pasar modal Indonesia meskipun saat ini masih berada dalam situasi pandemi covid 19. Pasar saham pun mulai terlihat euphorianya di tengah masyarakat dengan semakin maraknya muncul pemberitaan tentang harga saham yang bergerak naik, postingan influencer yang menyebutkan tentang investasi saham bahkan tidak sedikit pula aksi investor retail yang membagikan cerita serta portofolio investasinya di instrumen saham melalui berbagai akun sosial media yang dimiliki.

Kenaikan signifikan yang dialami oleh pasar saham, membuat banyak investor semakin bersemangat untuk menginvestasikan seluruh dananya ke instrument saham. Belakangan muncul banyak meme dan cerita yang mengatakan mereka melakukan investasi menggunakan uang arisan ibu – ibu PKK, ada yang menggunakan dana pinjaman fintech, dll. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa investor akan mendapatkan return yang sangat besar dari kenaikan harga saham dalam waktu yang sesingkat - singkatnya. Namun, memasuki perdagangan minggu ketiga dibulan Januari 2021 pasar saham seperti kehilangan tajinya dan berbalik arah melemah menuju level 6000. Kondisi seperti ini membuat banyak investor yang panik dan takut karena mengalami potensi kerugian yang cukup besar dari pasar saham. Situasi ini  semakin mengkhawatirkan bagi investor karena menggunakan “uang panas’ dalam berinvestasi di pasar saham.

Kesalahan seperti ini sering dialami oleh para investor, terutama bagi investor pemula yang belum memiliki pengalaman banyak di industri pasar modal. Dalam ekspektasinya, mereka akan dengan mudah mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang sesingkat – singkatnya. Padahal, dalam berinvestasi mengenal istilah high risk high return (semakin tinggi ekspektasi return yang didapatkan akan dihadapkan pada potensi resiko yang semakin tinggi pula). Dalam industri keuangan, saham masuk dalam kategori instrumen investasi dengan kategori high risk high return. Dengan demikian, setiap investor (terutama pasar saham) perlu bijak menghadapi berbagai situasi dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan yang luas terhadap intrumen saham.

Sebagai perusahaan manajer investasi yang memperoleh ijin dari OJK untuk melakukan pengelolaan dana, kami menawarkan salah satu produk turunan dari instrumen saham yakni Reksadana Shinhan Equity Growth yang memiliki kebijakan minimal 80% dari total dana kelolaan akan ditempatkan pada instrumen saham. Dalam pengelolaannya, reksadana ini di kelola oleh para professional yang berpengalaman dan ahli dibidangnya. Reksadana jenis ini dapat digunakan oleh investor sebagai salah satu pilihan alternatif investasi untuk meminimalisir kerugian di pasar saham sehingga investor dapat tetap nyaman dan aman berinvestasi dipasar modal. (ET)